Postingan

Menampilkan postingan dengan label Makanan

Biskuit Khong Guan Sebulan Setelah Lebaran

Gambar
Biskuit Khong Guan masih menjadi suguhan wajib di rumahku saat hari Lebaran hingga kini. Masalahnya, Lebaran zaman dulu dengan sekarang sudah tidak sama lagi. Kalau dulu orang masih menyempatkan duduk untuk ngobrol sambil ngemil sementara varian jajanan terbatas. Biskuit Khong Guan satu dari sedikit jajanan itu, bahkan menjadi yang termewah karena tidak setiap hari ada.  Kalau sekarang, orang hanya berkunjung sebentar karena banyak agenda yang harus mereka lakukan di tempat lain. Jenis makanan juga bervariasi sehingga sulit menganggap salah satunya istimewa. Meskipun demikian, Khong Guan tetap wajib hadir di meja suguhan karena kenangannya. Sehingga, Lebaran sudah lewat namun si biskuit lejen ini tetap bertahan. Aduh, sayang banget, kan? Nanti kalau keburu expired bagaimana? Nah, ini solusinya. Aku mengubah biskuit ini menjadi kudapan lezat. Caranya mudah dan biaya pun murah.  Bahan:  Beberapa keping biskuit Khong Guan  1 bungkus nutrijel rasa leci  2sdm gula pa...

Udang Goreng Tepung

Gambar
Aku udah jarang banget bikin udang goreng tepung seperti ini, tapi pertengahan minggu kemarin kebetulan ada 5 biji udang besar di rumah jadi aku iseng bikin. Nah, ternyata bocil pada suka tapi jumlahnya nggak cukup untuk dimakan banyak orang. Salah satu bocil minta dibuatin lagi. Dia membawa udang dari rumahnya dan minta aku membuat lagi. Ya, udah. Habis maghrib aku kerjakan. Haha... Naaaah... Besoknya sepulang kerja emak bilang kalau beli udang lagi. Kali aja aku pengen bikin udang goreng tepung lebih banyak karena si bocil pada suka. Emang enak sih, udang goreng tepung ini, cuma kerjaannya itu mayan ruwet dan bikin tangan cemong.  Bahan-bahan nya mudah didapat, ya.  Udang ukuran besar.  Tepung krispi. Di rumahku biasanya nyetok tepung krispi cap ayam tapi bisa pake merk lain.  1 butir telur dikocok  Tepung roti  Minyak untuk menggoreng  Aku nggak pake ukuran pasti kalo memasak. Aku kira² aja. Bumbu: Merica bubuk 1 butir bawang putih diparut Kaldu ...

Wisata Masa Lalu: Recreate Resep Makanan Jadul

Gambar
  Kuah Kecap Bawang Foto: Koleksi Pribadi Di SD-ku dulu ada Mbah Katona (sekarang sudah almarhumah) yang berjualan makanan dan jajanan. Salah satu jualannya yang aku ingat adalah nasi kuah tapi nggak ada nama khususnya. Harganya Rp 25. Isinya nasi dalam kuah kecap dengan bawang merah goreng. Nasi kuah ini dimakan dengan mie kering yang diremukkan atau snack apa saja yang dicampur ke kuahnya.  Setelah dewasa, kadang aku kangen dengan makanan itu. Jadi aku mencoba recreate dengan mengingat rasanya dan mengira-ngira bumbu apa saja yang digunakan. Rasanya tidak 100% mirip, tapi lumayanlah untuk wisata masa lalu.  Bahan: Air Lada bubuk Kaldu jamur Saos tiram Kecap manis Bawang daun Bawang merah goreng Cara membuat: Masak air hingga mendidih. Tambahkan lada bubuk, kaldu jamur, saos tiram dan kecap manis. Matikan api, tambahkan irisan bawang daun dan bawang merah goreng. Tambahkan snack atau mie kering jika suka.  Selamat mencoba.  Btw jajanan SD sekarang banyak yang j...

Semangkok Citarasa Thailand di Kuala Lumpur

Gambar
Aroii Thai  Di KL Sentral ada restoran Thailand yang unik banget. Namanya Aroii Thai. Lokasi di Level LG.33, NU Central Mall, Jalan Tun Sambanthan, 50470 Kuala Lumpur, Malaysia Semua menu di sini harganya flat MYR 3.19 (per Juni 2023), baik makanan atau minuman. Wah, bener, nih? Kok bisa semurah itu? Mana sudah termasuk pajak juga, dan, ini lokasinya di mall.  KL Sentral dilihat dari area Aroii Thai  Hm... Tidak salah sama sekali, pemirsa. Memang benar harganya segitu. Aku pesan tom yum saat itu, terbayang asam pedas segarnya setelah mengalami hari yang penuh drama. Teman-temanku memesan menu beda, salah satunya ada semacam teri krispi kacang yang digoreng kering dengan bumbu khas mereka, aku lupa namanya. Untuk minuman kami memesan yang berbeda juga, aku jus nanas, temanku jus kelapa dan satunya lagi minuman hangat yang ada serainya. Aku lupa namanya. Makanan yang kami pesan di Aroii Thai, tidak termasuk buah. Harganya sepadan dengan porsinya, ya. Semua pesanan kami data...

Sambal Terong

Gambar
  Foto: Pribadi Aku punya tetangga baik banget. Mereka ini suami istri yang mengolah lahan dan sering berbagi hasil panennya dengan kami. Apa saja yang mereka tanam; pepaya, terong, labu, timun, dan lainnya, mereka selalu menyisihkan sebagian untuk kami.  Suatu hari aku melihat sebaskom terong di rumah, kata ibu itu pemberian mereka. Wah, segini itu banyak banget. Dimakan seminggu nggak bakal habis. Aku juga nggak pinter mengolah terong jadi paling-paling aku bikin terong goreng tepung, direbus atau digoreng biasa untuk lauk tambahan.  Belakangan aku coba-coba bikin sambal terong. Terongnya literally aku ulek bersama bahan sambelnya. Ternyata enak juga. Ya, bagiku semua makanan memang enak, sih. Bahan-bahan : 1 buah terong ukuran kecil 1/2 potong tahu putih 1 potong kecil tempe Terasi (dikira-kira saja) Cabe sesuai selera  Kaldu jamur secukupnya Garam sesuai selera (versi aku nggak pakai garam) Cara membuat: Semua bahan digoreng.  Setelah matang angkat lalu pind...

Lebaran Ketupat

Gambar
  Foto: Pribadi|Template: Canva Lebaran Ketupat.  Hah? Apa itu? Bukannya kalau Lebaran memang selalu bikin ketupat atau lontong untuk makanan utama? Nggak semua begitu ternyata. Di beberapa desa ada yang merayakan Lebaran seminggu setelah Lebaran biasa. Ya, mereka tetap sholat Eid pada 1 Syawal tapi mereka menyelesaikan puasa sunnah syawal 6 hari dulu, setelah itu barulah perayaan Idulfitri yang sesungguhnya dimulai. Hari raya ini disebut Lebaran Ketupat, Kupatan atau Riyoyo Kupat. Pada hari ini penduduk setempat menyiapkan ketupat, lontong, lepet dengan lauk pendamping lainnya.  Seperti hari Sabtu (29/4) ini. Di desa tempat salah satu kerabatku tinggal, mereka merayakan Lebaran ketupat. Karena di sini daerah laut maka lauk pendampingnya ya seafood dan seafish.  Aku belum pernah mempelajari asal usul atau alasannya, tapi kayanya seru juga ya cara begini. Jadi sudah kelar semua ibadah wajib dan sunnah sebelum merayakan Lebaran.

Stok Bumbu Anti Ribet

Gambar
  Ibuku sering membuat stok bumbu rawon dan kare dalam jumlah banyak, apalagi kalau menjelang hari raya. Baik Idul Fitri maupun Idul Adha ibu tak pernah absen memasak dua jenis makanan ini ditambah menu lain, karena ada cucunya yang tidak bisa makan daging. Kadang bumbu-bumbu itu aku bagi-bagi ke beberapa temanku juga. Nah, kemarin ada saudaranya teman yang minta tolong dibuatkan. Lalu, tiba-tiba saja aku terinspirasi untuk membuat stok bumbu masakan favorit aku juga, yaitu bumbu sayur asem kuning. Agar aku nggak perlu ribet ngulek-ngulek bumbu lagi kalau mau bikin.  Bumbu halusnya dimasukkan ke cetakan puding/es batu begini. Kalau butuh tinggal ambil secukupnya saja.  Selamat mencoba. 

Sayur Asem Patin

Gambar
  Kami mendapat kiriman ikan patin dari kerabat. Sebagian sudah dimasak kemarin dan sisanya kami masak hari ini. Ibuku membuat pepes dan aku memasak sayur asem seperti ini. Ya, di rumah kami menyebutnya sayur asem meskipun tidak ada sayurnya. Ada satu lagi sayur asem yang biasa ada di rumahku, yang menggunakan sayuran tapi kuahnya tanpa kunyit. Sayur asem yang ini biasanya hanya berisi sayuran tanpa ikan. Sayur asem yang kuning ini adalah salah satu makanan favoritku. Aku mengenal makanan ini dari rumah makan Lombok Hijau di kotaku. Setelah mencoba sekali, aku jadi ketagihan pada rasanya yang asam dan pedas. Rasanya lumayan berbeda dengan masakan yang sama yang biasa dimasak ibu di rumah meskipun penampakannya sama. Karena rasanya berbeda itu aku tertarik mempelajari resepnya agar bisa membuat sendiri di rumah. Ada beberapa resep yang aku temukan dan aku coba. Dari unggahan teman di Facebook dan dari resep-resep di Cookpad. Aku recook beberapa kali hingga menemukan paduan yang ses...

Kulit Udang Bikin Ribut

Gambar
  Aku dulu sering ribut dengan emak perkara udang. Aku suka udang yang bersih tanpa kepala dan kulit dengan punggung dikerat, sementara beliau suka udang utuh karena merasa sayang kalau ada bagian yang dibuang.  Kalau dapet kiriman udang dari paman atau kerabat lain dan kebetulan aku di rumah, semager apapun aku tetap daftar menjadi panitia pembersihan. Dengan resiko diomelin emak karena kepala dan sebagian besar kulitnya kubuang. Demikian juga kalo giliran emak yang membersihkan, aku yang gantian ngomel² karena menurutku kurang bersih. Wkwkwk. Tapi sekarang tidak lagi! Aku sudah menemukan cara yang bisa memenangkan kedua pihak. Aku tetap menjadi panitia pembersihan udang jadi dijamin 90% bersih. Nah, alih-alih kubuang, kepala dan kulit udang aku rebus bersama rempah-rempah yang ada di rumah (minimal bawang merah, bawang putih dan jahe). Sayuran seperti wortel atau lobak juga kadang aku tambahkan, pokoknya sesuai bahan yang tersedia saja. Untuk mendapatkan aroma yang lebih wan...