Euforia Senja

 

Sampul Buku Euforia Senja

Sampul Buku Euforia Senja

Sampul Buku Euforia Senja
Foto-foto: Ellunar Publisher


Senja memiliki arti berbeda bagi setiap individu yang melaluinya: bisa menjadi awal dari lepasnya penderitaan wanita yang pengorbanannya tak dihargai, bisa menjadi kenangan seorang ibu yang kehilangan putrinya, atau seorang putri yang kehilangan ayahnya, bisa menjadi penantian tanpa akhir bagi wanita yang ditinggal kekasihnya ke medan perang, atau juga pertemuan seseorang dengan orang yang dia sayangi. 

Senja selalu menarik untuk diceritakan, termasuk dalam buku Euforia Senja yang terbit bulan Juli ini. Ditulis oleh 22 penulis dari Indonesia dengan berbagai interpretasi mereka tentang senja. Jadilah 22 cerita yang beragam genre dan ending. Dari yang berakhir bahagia, tragis, terbuka maupun yang menggemaskan. Semua itu terangkum cantik dalam buku setebal 145 halaman terbitan Ellunar Publisher ini. Bisa dibaca sekali duduk sambil nunggu pesanan ramen favorit datang. 

Buku ini bisa dibeli di: Tokopedia

Khusus untuk cerpenku Ketika Tulip Bersemi, berikut ini kisah singkat proses penulisannya. 

Awal Mei 2023 aku pertama kali mendengarkan lagu Sareri Hovin Mernem yang sebagian baitnya dinyanyikan oleh Dimash Qudaibergen pada konser Stranger di Yerevan beberapa hari sebelumnya. Lagu aslinya dipopulerkan oleh Lena Chamamyan, seorang penyanyi keturunan Suriah - Armenia. Sareri Hovin Mernem - Lena Chamamyan. Lagu ini sangat mengesankan dan menjadi bahan diskusiku bersama beberapa orang dari negara lain dalam sebuah grup penerjemah. Beruntung seorang di antara kami memiliki kontak dengan Lena sehingga ini membantu proses pemahaman mengenai lagu tersebut.

Dalam keseruan diskusi aku terinspirasi untuk menulis cerita pendek ini. Beberapa tahun belakangan aku sedang tertarik mempelajari bahasa dan budaya Kazakhstan, jadi aku memilih latar tempat negara tersebut. Judulnya sempat berganti beberapa kali hingga akhirnya aku mantap memilih judul Ketika Tulip Bersemi. 

Kredit akhir di cerpen Ketika Tulip Bersemi 
Foto: Koleksi pribadi 

Bahagia. Terharu. Aku tidak menyangka ceritaku terpilih menjadi karya terbaik. 

Semoga pembaca menyukai cerita ini dan juga cerita-cerita lainnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biskuit Khong Guan Sebulan Setelah Lebaran

Ulasan Buku: Bendera Merah; Asmara Yang Berbahaya

Hari-Hari Per-KPR-an: Edisi Cetak Butab & Ngurus ATM